Kategori
Catatan

Kata Kata Egois

Karena ini murni mencari kesenangan, saya tidak akan meruwetkan diri dengan mengurus SEO. Layaknya, yang sudah saya lakukan di banyak website saya. Saya murni menulis sesuka hati saya.

Gimana kalau gak ada yang suka? Lha, saya bilang murni sesuka hati saya. Hati orang, la ubali!

Yah, mungkin kalimat itu terlalu egois. Tapi, yah, kenyataanya memang begitu. Dalam blog ini, saya hanya akan memikirkan diri sendiri. Karena banyak orang, yang saking memikirkan orang lain, hingga lupa akan dirinya sendiri.

Padahal manusia itu adalah makhluk solidaritas. Ia dengan melupakan diri sendiri, berarti melupakan orang lain. Karena orang lain pasti membutuhkan kepada dirinya.

Saya di sini bukan malah menganjurkan kalian untuk tidak melihat ke orang lain. Namun, tulisan ini laksana cermin, yang mengingatkan diri sendiri kepada diri sendiri. Mengapa kita bercermin? Untuk orang lain. Jadi, sejatinya, keegoisan itu adalah solidaritas tertinggi. Layaknya orang bercermin.

Coba bayangkan, ketika kamu bangun tidur, dengan muka kusut, bau mulut, dan bekas liur melober hingga ke baju, langsung berintraksi dengan orang lain. Apakah dengan demikian orang itu membantu? Jelas, tidak!

Coba sebelum ia berkomunikasi dengan orang lain, dia bercermin dulu, membersihkan diri terlebih dahulu, lalu mulailah berintraksi. Dengan begitu, orang lain akan nyaman dengan kita.

Jadi, sebelum kita menjalin solidaritas, egoislah terlebih dahulu. Itu saja!

NOTE: Sekali lagi saya tegaskan di sini, saya bukan berarti menyuruh Anda marah-marah acuh tak acuh kepada teman Anda. Saya tentu tidak sebodoh itu, hingga menyuruh Anda kepada sesuatu yang enggak-enggak! Yang saya maksud di sini, ialah jangan melupakan diri sendiri. Karena orang lain masih membutuhkanmu!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *