Kategori
Catatan

Karena Kita Sama-Sama Santri

Sengaja tulisan ini saya kasih judul tersebut, lantaran kata-kata itu sering terlontar untuk sebuah hal yang tidak semestinya. Khususnya dalam membaca sekaligus memahami perihal status.

Tidak ada yang memungkiri bahwa semua yang ada di pondok ini memiliki status yang sama: santri. Namun, bukan berarti semua memiliki porsi yang sama dalam segala hal. Karena dari masing-masing santri memiliki status yang berbeda dengan santri yang lain.

Semisal, fasilitas yang dimiliki oleh santri yang berketepatan menjadi guru. Tentu dia memiliki peran yang berbeda dengan santri yang berstatus murid. Tidak bisa dan merupakan sebuah kebodohan jika murid tadi protes ke gurunya seraya mengatakan, “Kamu sebenarnya sama dengan saya. Sama-sama santri. Kamu tidak perlu sok memberi tugas kepada kita”. Tentu ini sebuah kebodohan yang sangat besar.

Begitu pula dalam jabatan lain dalam internal santri. Di kelas misalnya, ada sebagian murid yang ditunjuk sebagai ketua kelas. Ada lagi murid lain yang hanya menjadi murid biasa. Begitu pula dengan kamar. Di kamar ada santri yang diangkat menjadi kepala kamar. Ada warga kamar yang tidak memiliki jabatan.

Dari masing-masing mereka seharusnya bisa saling memahami. Sangat bodoh warga kamar yang protes ke kepala kamarnya lantaran kepala kamarnya memiliki tempat tidur khusus di kamarnya. Sangat tidak nyambung bila beralasan, “Kita, kan, sama-sama santri,” sebab yang membikin dia memiliki tempat khusus, bukanlah lantaran ia memiliki status santri, melainkan dia sedang berstatus kepala kamar. Jika warganya paham bahwa status kepala kamar yang menjadikan dia memiliki tempat tidur khusus, sangat tidak beralasan protes warga tersebut. Mengingat, dia tidak memiliki status kepala kamar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *