Kategori
Catatan

Cara Mengatasi Sakit Gigi Tanpa Obat

Barusan saya baca kitab karya Habib Ali al-Jufri. Judulnya, al-Insaniyah qabla Tadayyun. Bab yang pertama kali disuguhkan ialah pembahasan tentang sakit gigi.

Selama bertahun-tahun gigi giat menggiling semua makanan yang ingin masuk ke perut. Gigi tidak pernah mengeluh. Bahkan sekadar disuruh membuka plastik krupuk pun gigi tidak pernah gengsi. Gigi sama sekali bukan tipikal pemalas.

Betapa banyak jasa gigi terhadap diri kita, tetapi gigi tidak minta upah sedikit pun. Gigi tidak manja. Karena gigi sadar, untuk apa ia diciptakan.

Beruntung sekali gigi diciptakan untuk melayani kita. Dipercayakan kepada kita. Namun, mengapa terkadang gigi kita sakit? Karena kita lupa suatu hal: merawatnya.

Allah menitipkan gigi kepada kita, untuk kita rawat.

أن الألم يأتي من اهمال ما استرعانا الله تعالى اياه

“Rasa sakit berasal dari mengabaikan berbagai hal yang telah Allah percayakan kepada kita,” begitu kata beliau.

Itu hanya gigi. Bagaimana dengan jiwa? Tentu kita harus merawatnya. Bila tidak, maka jiwa akan mengalami seperti apa yang dialami gigi. Jiwa akan sakit.

Terlebih lagi, bila jiwa kita tercabut—layaknya gigi yang dicabut—dan digantikan jiwa-jiwa yang palsu. Semoga kita tidak tergolong manusia yang berjiwa palsu!

Silahkan Berkomentar!